Category Archive Kesehatan

Byadminnuy

KESEHATAN REPRODUKSI

“Setiap jalan kemana aja, pasti banyak yang gangguin, mulai dari negur-negur biasa sampai ngomentari bodyku yang cukup berisi. Senang sih banyak yang muji cantik, tapi kadang aku juga ga nyaman dengan perubahan ini”

Tulisan di atas merupakan penggalan tulisan yang dibuat oleh Tia, salah satu remaja SMU di Yogya. Sebagai remaja tentu aja Tia maupun kamu akan banyak mengalami perubahan baik secara psikis maupun fisik.

  1. Perubahan fisik antara lain:

Tubuh kamu akan menjadi lebih berisi atau mulai jadi berbentuk. Contohnya yang dulunya pantatnya tepos jadi semok atau membesarnya payudara. Kalau cowok dih contohnya tuh badan jadi tambah kekar akibat menguatknya otot-otot tubuh. Selain itu tumbuh rambut di daerah ketiak dan kelamin dan mulai berfungsinya alat-alat reproduksi. Masa ini disebut sebagai masa pu bertas. Jadi ga usah malu atau inder jika baddan kamu mulai berubah, ini wajar kok malah bangga dong coz badan kamu lebih bagus.

  1. Perubahan Psikis

Wah.. Perubahan ini nih yang kadang bikin hidup jadi berwarna coz saat ini kamu mulai rajn merawat or merhatiin diri sendiri (suka dandan dan jadi lebih gaul) dan yang paling keran yaitu kamu tertarik dengan lawan jenis. Tuch serukan.. So.. PD Aja Lagi!!!

  1. .Kenapa jadi berubah ya?

Itu karena hormon-hormon seks dalam tubuh kamu sudah mulai matang dan mulai bekerja, begitu juga dengan alat reproduksi kamu. Hormon pada cewek adalah progesteron dan estrogen, sedangkan cowok hormon testosteron. Mesikipun alat-alat reproduksi kamu dah mulai matang dan sudah mampu untuk membuat keturunan tapi secara psikis, sosial untuk membuat keturunan, tapi secara psikis, sosial, apalagi ekonomi belum tentu. Ya iyalah… Kan untuk menjadi benar-benar dewasa membutuhkan proses yang cukup lama.

  1. Agar kamu lebih jelas, lebih bai kamu amati alat reproduksi kita!!

genetalia-interna

Organ Reproduksi Perempuan

Sejak lahir, cewek mempunyai ± 1 juta sel telur di dalam indung telur. Sejak pubertas, setiap bulan dilepaskan satu sel telur yang matang (Ovulasi). Yang berperan dalam proses ini adalah FSH (Follicle Stimulating Hormon) dan LH (Lutenizing Hormon) dan dibantu hormon estrogen. Sel telur kemudian menuju rahim menuju saluran telur menunggu dibuahi oleh sperma selama 48 jam (disebut masa subur). Progesteron membantu menebalkan dinding rahim. Kalau tidak terjadi pembuahan maka dinding rahim akan meuruh (terjadi menstruasi) dan indung telur siap-siap lagi untuk melepaskan sel telur baru

reproduksi-pria

Organ reproduksi Laki-laki

Setelah pubertas cowok memproduksi 100-400 juta sel sperma setiap harinya oleh testis dengan bantuan testosteron, kemudian disimpan di epidimidis selama 4-5 minggu sampai matang dan siap membuahi. Pada saat ejakulasi sperma berjalan melalui vasdeferen. Ketika melewati vesica seminalis, sperma akan bergabung bersama cairan semen yang akan melancarkan jalannya sperma. Kemudian ditambah lagi dengan cairan semen yang diproduksi kelenjar prostat. Gabungan sperma dengan cairan semen disebut air mani dan keluar melalui saluran sretra pada saat ejakulasi.

  1. .. Menstruasi itu apa?

Saat dinding rahim sudah menebal dan sel telur yang sudah matang tidak dibuahi, maka dinding rahim tersebut akan meluruh dari rahim dan dikeluarkan mejadi darah menstruasi. Hal ini terjadi secara periodik, dengan daur menstruasi (retang antar menstruasi) antara 21-36 hari.

  1. Sakit saat Menstruasi!

Saat mengalami menstruasis, cewek pada umunya akan mengalami pegal-pegal, payudara mengencang da sakit jika disentuh, pengen marah atau sensitif, sakit perut, dll. Hal ini wajar aja kok, karena saat itu terjadi perubahan hormonal. Untuk mengatasi rasa sakit kamu bisa smelakukan senam ringan, atau minum obat penghilang nyeri saat menstruasi yang beredar di pasaran. Tapi jika rasa tersebut tidak wajar, mendingan kamu periksa ke dokter, sebab memeriksa ada tidaknya enddrometriosis (tumbuhnya jaringan endometrium selain pada dinding rahim).

  1. Aku kok mulai mimi “aneh”?

Itu namanya mimpi basah. Mimpi ini sering kali didahului dengan mimpi yang erotis. Tapi tidak menutup kemungkinan kamu tidak bisa mengingat apa yang diimpikan, tahu-tahu saat bangun selanamu sudah basah oleh sperma. Proses ini alamiah yang dilakukan tubuh untuk mengeluarkan timbunan sperma.

  1. Gimana ya biar gk hamil?

TIDAK MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM

  1. Bagaimana cara untuk mellindungi diri kita dari IMS (Infeksi Menular Seksual) & HIV/AIDS?
  • Buat kamu yan belum nikah, terutama remaja, IMS dapat dicegah dengan cara mengendalikan diri untuk tidak melakukan perilaku seks yang beresiko selama pacaran.
  • Tingkatka Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Hindari Narkoba
  • Segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan jika ada keluhan.
  • Jaga kebersihan organ reproduksi
  1. Akibat IMS (Infeksi Menular Seksual)
  • Kemandulan baik laki-laki maupun perempuan
  • Jalan masuk penularan HIV/AIDS
  • Gangungguan kesehatan reproduksi
  • Kelainan/cacat bawaan pada keturunannya.
Byadminnuy

PEMBUATAN CHLORINE DIFFUSER PENGOLAHAN AIR MENJADI AIR BERSIH

LATAR BELAKANG

Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu memerlukan air terutama untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Air yang digunakan untuk kebutuhan pokok haruslah memenuhi persyaratan kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan baik kualitas secara fisik, kimia, maupun bakteriologis.

Redahnya kualitas air saat ini memaksa kita agar dapat melakukan pengolahan air sehingga dapat melakukan pengolahan air dengan tujuan membunuh kuman atau bakteri oathogen yang ada di dalam air. Bahan-bahan desinfektan antara lain chlor, iodiom, ozon atau sinar ultraviolet. Metode chlorin difuser telah digunakan petugas Puskesmas dalam mencegah maupun menanggulangi pencemaran bakteri dengan diindikator E. Coli baik Coli Tinja atau Coliform. Penyakit yang disebabkan berupa gangguan saluran pencernaan terutama diare. Metode Chorin difuser mengurangi cemaran akibat bakteri Coli dengan jumlah cukup tinggi dan terjadi proses pemulihan air dari cemaran bakteri Coli.

Chlorin ini bersifat oksidator sehingga jika dalam proses desinfeksi masih terdapat koloidal yang belum tersaring, maka secara reaksi reduksi dan oksidasi chlorin akan memberi sebagian oksigennya kepada koloidal tersebut sedingga dalam bentuk OH akan membasakana air menjadi lebih besar dan kaitannya dalam proses penetralannya sulit dan juga menimbulkan bau. Bahan kimia yang paling banyak digunakan untuk mendesinfeksi air adalah chlor dan senyawa chlor yang disebut chlorinasi. Chlorinasi di Indonesia biasanya menggunakan kaporit (Ca(OCI)²), karena murah, mudah didapat dan mudah penanganannya. Untuk memudahkan daam membubuhkan kaporit ke dalam air, maka dibuatlah suatu alat pembubuhan kaporit yang disebut chlorine difuser.

TUJUAN

  1. Untuk salah satu alternatif cara megendalikan atau membebaskan air dari pencemaran bakteri patogen.
  2. Untuk salah satu alat sederhana yang dapat digunakan untuk pemberian baha desinfektan dalam air sebagailangkah pencegahan atau pengendalian penyakit diare.

ALAT DAN BAHAN

ALAT:

  1. Gergaji
  2. Paku reng bambu/jeruji sepeda
  3. Tang
  4. Korek api dan lilin
  5. Gelas
  6. Penggaris/meteran

BAHAN-BAHAN:

  1. Pipa PVC 2”, panjang 50cm
  2. Pipa PVC 1¼”, panjang 35cm
  3. Dop PVC 2” dan 1¼” masing-masing 2 uah
  4. Pasir kasar yang bersi dan kering 6 gelas
  5. Tali plastik dab lem pipa
  6. Kaporit ½ gelas

CARA PEMBUATAN

  • Luangi pipa PVC yang besar dan yang kecil masing-masing sebanyak 5 buah lubang dengan menggunakan paku reng bambu atau jeruji sepeda yang sedah dipanaskan di atas api. Pemberian lubang ini merata dari atas ke bawah pada seluruh sisa pipa. Lubangi pula semua dop PVC masing-masing 1 lubang.
  • Siapkan tali plastik panjang 30cm, buatlah lubang pada jarak 5 cm pada kedua sisi pipa yang besar. Selanjutnya masukkan ujung tali plastik utuk dibuat simpul mati dan tutup pula dengan dop.
  • Buatlah campuran 2 gelas pasir dan ½ gelas kaporit. Masukkan campuran ini pada pipa yang kecil dan tutup dengan dop pada kedua sisinya.
  • Isi pipa besar dengan pasir kasar sebanyak 4 gelas. Masukkan pipa kecil berisi campuran pasir dan kaporit ke dalam pipa besar.
  • Isilah kembali pipa yang besar dengan pasir hingga penuh sambil diketok-ketok agar terjadi pemampatan.
  • Tutuplah ujung pipa yang lain dengan dop PVC dan alat siap untuk digunakan.

UJI FUNGSI ALAT

  1. Chlorine diffuser diharapkan dirangkai dengan kuat dan benar.
  2. Dihitung rata-rata sisa chlor dengan variasi waktu kontak dengan pengujian. Kemudian pengujian minimal diulang 2x
  3. Setelah selesai pengujian, chlorine diffuser dapat digunakan langsung ke lapangan.

CARA PENGGUNAAN CHLORINE DIFFUSER

  1. Siapkan tali plastik yang cukup kuat dan panjang disesuaikan dengan ke dalam sumur.
  2. Ikat kuat-kuat tali yang terdapatpada ujung chlorine dengan tali yang telah disiapkan.
  3. Turunkan chlorine diffuser ke dalam air sumur hingga terendam dalam air sedalam lebih kurang 1 meter dari permukaan air.
  4. Tambatkan tali pada bibir sumur dengan seksama untuk mencegah chlorine diffuser lepas dan tenggelamkan ke dalam dasar sumur.

 

Byadminnuy

PENJERNIHAN DAN DESINFEKSI AIR SUMUR (Tawas-Kapur Tohor Kaporit atau PAC bubuk dan kaporit

CARA PENJERNIHAN DAN DESINFEKSI AIR SUMUR (DENGAN PAC 10% DAN SODA ABU)
Penjernihan dan Desinfeksi menggunakan PAC cair 10%, Soda Abu dan Kaporit dengan cara:
1. Untuk 1m³ atau 1000 liter air
a. Hitung volume air sumur dengan acuan 1m³ air – 4 buis beton diameter 80cm
b. Sediakan 500ml atau 500cc atau 2½ gelas belimbing PAC cair konsentrasi 10% dan 250 ml atau 250 cc atau 1¼ gelas belimbing soda abu.
c. Masukkan ke dalam sumur dans tambahan ¼ sendok teh kaporit 60%
d. Diamkan 40 menit, air sudah bisa dimanfaatkan
2. Untuk 10 liter air
a. Sediakan 5 ml atau 5 cc atau 1 sendok makan PAC cair konsentrasi 10% dan 2,5 ml atau 2,5 cc atau 1 sendok teh atau ½ sendok makan soda abu
b. Masukkan ke dalam 10 liter air tadi dan diaduk hingga bercampur rata.
c. Tambahkan 1 ml atau 1 cc kaporit 1% (1 sendok makan kaporit dicampur 1 liter air) dan masukkan ke dalam sumur
d. Setelah 40 menit airbisa dimanfaatkan

pl11482197-al2o3_high_pure_water_treatment_coagulant_pac_polyaluminium_chloride_powder

CARA PENJERNIHAN DAN DISINFEKSI AIR SUMUR (TAWAS-KAPUR TOHOR DANS KAPORIT ATAU PAC BUBUK DAN KAPORIT)
1. Hitung volume air sumur dengan acuan 1m³ air = 4 buis beto dimeter 80cm
2. Penjernihan dan Disinfeksi menggunakan Tawas dan kaporit dengan cara:
a. Untuk 1m³ air sumur, siapkan 150 gram tawas (sekitar 2½ sendok makan munjung) dan kapur tohor 150 gram (sekitar 2½ sendok makan munjung)
b. Masukkan kedalam ember berisi air adn diaduk hingga larut
c. Tuang ke dalam sumur
d. Diamkan 10 – 20 menit atau jka aie sudahs jernig, larutkan ¼ sendok teh kaporit 60% dalam ember berisi air dan masukkan ke dalam sumur
e. Air bisa dimanfaatkan setelah 30-40 menit
3. Penjernihans dan Desinfeksi menggunakaan Poly Allumunium Chloride (PAC) dengan cara:
a. Larutkan 50 gram atau sekitar 2½ sendok makan PAC ke dalam ember berisi air dan hhingga larut
b. Masukkan ke dalam sumur
c. Diamkan 10 – 20 menit atau jika air sudaah jernih, larutkan ¼ sendok teh kaporit 60% dalam ember berisis air dana masukkan ke dalam sumur.
d. Air bisa dimanfaatkan setelah 30 – 40 menit

Keterangan:
Petunjuk teknis dan penyediaan PAC + kaporit dapat menghubungi petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas setempat

Byadminnuy

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI PEDESAAN

PENDAHULUAN
SAMPAH DI PEDESAAN
Sampah di Pedesaan masih didominasi oleh sampah organic berupa dedaunan dari pekrangan, pertanian dan sisa-sisa pakan ternak. Sedangkan sisa makanan/sayuran dari dapur biasanya digunakan untuk pakan hewan piaraan. Sampah plastik, kaleng, botol, gelas, karet, kertas dan sampah B3 (bahan berbahaya dan berarun) seperti batu baterai, botol pestisida, kosmetik mulai banyak dihasilkan di pedesaan juga.
PERMASALAH
Pelayanan pengangkutan sampah oleh pemerintah belum menjangkau sampai wilayah pedesaan. Masyarakat pedesaan mengatasi sambpahnya dengan cara membakar, menimbun, membuang ke sungai atau lahan kosong. Sebenarnya tidak semua sampah saat ini cocok ditangani dengan cara tersebut.
– Pembakaran sampah akan menyebabkan polusi/mencemari udara, serta dapat berdampak dengan merusak paru-paru dan otak manusia
– Penimbunan sampah B3 dapat mencemari tanah dan air. racun logam berat dapat menyebabkan kanker dan gangguan kesehatan manusia.
– membuang sampah non-organik (plastic, kaleng, botol, dll) kedalam tanah merusak dan menurukan kesuburan lahan.
– Sampah yang diberikan terisis air di musim penghujan dapat menjadi tempat perindukan nyamuk “Demam Berdarah” (Aedes Aegypti).
UPAYA MENGATASI SAMPAH
LAKUKAN 3 R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)
1. Mengurangi timbunan sampah (Reduce)
Caranya antara lain:
– membwa tas belanja dari rumah
– Memilih barang yang awet dan bisa dipakai berulang-ulang, hindari yang sekali pakai.
– Menggunakan bungkus dari daun.
– Membatasi pemakaian plastic dan gabus
2. Memanfaatkan sampah (Reuse)
Caranya antara lain:
– Gunakan barang /peralatan berulang-ulang
– Manfaatkan barang bekas untuk fungsi lain seperti kaleng cat sebagai pot bunga, dll
3. Mendaur ulang sampah (Recycle)
Caranya antara lain:
– Mengelola sampah daun menjadu kompos
– Mengelola kotoran ternak menjadi biogas
– Mengolah sampah anorganik menjadi barang kerajinan.
LAKUKAN PEMILIHAN SAMPAH
1. Pilihkan sampah organic 9dedaunana, sisa pakan dan makanan, dll) dan sampah non organic (plastic, kaleng, botol, kaca, gelas, karet, dsb)!
2. Pilihkan sampah yang laku dijual dan tidak laku dijual!
3. Pilihkan sampah berbahaya-beracun (B3)!
AMANKAN SAMPAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN)
1. jangan mencampur sampah B3 (baterai, lampu neon, lakeng pestisida, dll) dengan jenis sampah yang lain.
2. Sediakan wadah khusus (kantong plastic)
3. Kumpulkan dan simpan di tempat terlindung.
4. Jangan mengubur sampah B3 ke dalam tanah secara langsung, tetapi dikelola menurut peraturan yang berlaku.

CONTOH MENGELOLA SAMPAH ORGANIK
Contoh sampah organik: dedauanan, rerumputan, kulit buah, sisa makanan, kotoran ternak, ampas the, ampas kopi, ampas kepala, tulang ikan, dll
Campur atau aduklah sampah organic dengan activator/kompos segera setelah memasukkan sampah ke dalam kompister. Jika ukuran sampah organic terlalu besar, kecilkan dulu dengan cara merajang atau memotong-motongnya (kurang dari 5 cm).
Sebaiknya punya 2 komposter. Jika yang satu penuh, gunakan yang ke-2. Saat komposter ke-2 penuh, sampah organic pada komposter ke-1 sudah kompos (1-2 bulan )
Apabila sampah organic di lingkungan kita banyak, maka dapat menggunakan bakn kompos besar yang terbuat dari pasangan bata/bataco atau dari bamboo (1,5M x 2M) = 2 buah. Usahakan dasarnya berhubungan langsung dengan tanah, aliran udara dapat keluar masuk ke dalam sampah, terlindung dari panas & hujan
Lapisan bak Kompos (dari bawah):
I : sekam padi = 10cm
II : kotoran ternak (sapi/ayam/kambing) = 30 cm
III : Sampah organic (basah & kering, 1 :1) = 30-50 cm
IV : kotoran ternak lagi,
V : Sampah organic lagi, dst

CARA MEMBUAT KOMPOS DI DALAM TANAH
Caranya:
– gali tanah sedalam 1 meter, dengan panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter.
– Dinding galian dapat dipasang lembaran plastic, sementara bagian dasar tetap tanah
– lapiosan terbawah : sekam padi atau ranting kecil.
– Lapisan ke-2 : kotoran ternak sekitar 30 cm
– lapisan ke-3 ; campuran daun kering dan hijau ( 1:1 ) setebal 50 cm dan siramkan air agar basah.
– lapisan ke-4 : kotoran ternak lagi, dst
– lapisan penutup : tanah gembur atau jerami.
– Pengadukan dilakukan 4 minggu sekali. Setelah 2 bulan sedah menjadi kompos.
Ciri kompos yang jadi ; warna cokelat tua, baunya seperti tanah, tidak panas.
CARA MENGELOLA SAMPAH NON ORGANIK
Setiap rumah tangga memilihkan dan memasukkan samspah non organic ke tempat sampah sesuai jenisnya:
1. Sampah plastik
2. Sampah kertas
3. Sampah logam kaca
Apabila tempat pemilihan sampah di rumah sudah penuh, maka keluarga tersebut wajib membawa ke tempat pengumpulan sampah kampong.
Sampah yang telah dipisahkan di rumah, dimasukkan ke dalam tempat pengumpulan sampah sesuai jenisnya ( plastic, kertas, logam/kaca)
tempat sampah yang sudah penuh, diambil petugas dan dikumpulkan ke Gedung Sampah Kampung (TPA Kampung ). Setelah gudang sampah penuh. samspah dijual ke Pengepul Sampah. hasil penjualan sampah digunakan untuk membayar Petugas Pengumpul dan sisanya masuk kas kampung.

Byadminnuy

Klinik Sanitasi

A. Latar Belakang

Menurut ahli kesehatan H.L. Blum, derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor: lingkungan, perilaku manuasia, pelayanan kesehatan dan keturunan. Sampai saat ini diketahui bahwa permasalahan penyakit terbanyak yang terdapat di wilayah kerja puskesmas didominasi oleh penyakit-penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan. Di samping itu upaya pengobatan penyakit dan upaya perbaikan lingkungan dikerjakan secara terpisah dan belum terintegrasi dengan upaya terkait lainnya. Petugas paramedis/medis mengupayakan pengobatan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan perumahan/pemukiman pasien, disisi lain petugas kesling mengupayakan kesehatan lingkungan tanpa memperhatikan permasalahan penyakit/kesehatan masyarakat.

B. Pengertian

Klinik Sanitasi: Merupakan suatu wahan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat melalui upaya terintegrasi antara kesehatan lingkungan pemberantasan penyakit dengan bimbingan, penyulihan dan bantuan teknis dari petugas puskesmas. Klinik Sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian integral dari kegiatan puskesmas bekerjasama dengan program yang lain dari sektor wilayah kerja puskesmas