Monthly Archive May 2016

Byadminnuy

PENJERNIHAN DAN DESINFEKSI AIR SUMUR (Tawas-Kapur Tohor Kaporit atau PAC bubuk dan kaporit

CARA PENJERNIHAN DAN DESINFEKSI AIR SUMUR (DENGAN PAC 10% DAN SODA ABU)
Penjernihan dan Desinfeksi menggunakan PAC cair 10%, Soda Abu dan Kaporit dengan cara:
1. Untuk 1m³ atau 1000 liter air
a. Hitung volume air sumur dengan acuan 1m³ air – 4 buis beton diameter 80cm
b. Sediakan 500ml atau 500cc atau 2½ gelas belimbing PAC cair konsentrasi 10% dan 250 ml atau 250 cc atau 1¼ gelas belimbing soda abu.
c. Masukkan ke dalam sumur dans tambahan ¼ sendok teh kaporit 60%
d. Diamkan 40 menit, air sudah bisa dimanfaatkan
2. Untuk 10 liter air
a. Sediakan 5 ml atau 5 cc atau 1 sendok makan PAC cair konsentrasi 10% dan 2,5 ml atau 2,5 cc atau 1 sendok teh atau ½ sendok makan soda abu
b. Masukkan ke dalam 10 liter air tadi dan diaduk hingga bercampur rata.
c. Tambahkan 1 ml atau 1 cc kaporit 1% (1 sendok makan kaporit dicampur 1 liter air) dan masukkan ke dalam sumur
d. Setelah 40 menit airbisa dimanfaatkan

pl11482197-al2o3_high_pure_water_treatment_coagulant_pac_polyaluminium_chloride_powder

CARA PENJERNIHAN DAN DISINFEKSI AIR SUMUR (TAWAS-KAPUR TOHOR DANS KAPORIT ATAU PAC BUBUK DAN KAPORIT)
1. Hitung volume air sumur dengan acuan 1m³ air = 4 buis beto dimeter 80cm
2. Penjernihan dan Disinfeksi menggunakan Tawas dan kaporit dengan cara:
a. Untuk 1m³ air sumur, siapkan 150 gram tawas (sekitar 2½ sendok makan munjung) dan kapur tohor 150 gram (sekitar 2½ sendok makan munjung)
b. Masukkan kedalam ember berisi air adn diaduk hingga larut
c. Tuang ke dalam sumur
d. Diamkan 10 – 20 menit atau jka aie sudahs jernig, larutkan ¼ sendok teh kaporit 60% dalam ember berisi air dan masukkan ke dalam sumur
e. Air bisa dimanfaatkan setelah 30-40 menit
3. Penjernihans dan Desinfeksi menggunakaan Poly Allumunium Chloride (PAC) dengan cara:
a. Larutkan 50 gram atau sekitar 2½ sendok makan PAC ke dalam ember berisi air dan hhingga larut
b. Masukkan ke dalam sumur
c. Diamkan 10 – 20 menit atau jika air sudaah jernih, larutkan ¼ sendok teh kaporit 60% dalam ember berisis air dana masukkan ke dalam sumur.
d. Air bisa dimanfaatkan setelah 30 – 40 menit

Keterangan:
Petunjuk teknis dan penyediaan PAC + kaporit dapat menghubungi petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas setempat

Byadminnuy

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI PEDESAAN

PENDAHULUAN
SAMPAH DI PEDESAAN
Sampah di Pedesaan masih didominasi oleh sampah organic berupa dedaunan dari pekrangan, pertanian dan sisa-sisa pakan ternak. Sedangkan sisa makanan/sayuran dari dapur biasanya digunakan untuk pakan hewan piaraan. Sampah plastik, kaleng, botol, gelas, karet, kertas dan sampah B3 (bahan berbahaya dan berarun) seperti batu baterai, botol pestisida, kosmetik mulai banyak dihasilkan di pedesaan juga.
PERMASALAH
Pelayanan pengangkutan sampah oleh pemerintah belum menjangkau sampai wilayah pedesaan. Masyarakat pedesaan mengatasi sambpahnya dengan cara membakar, menimbun, membuang ke sungai atau lahan kosong. Sebenarnya tidak semua sampah saat ini cocok ditangani dengan cara tersebut.
– Pembakaran sampah akan menyebabkan polusi/mencemari udara, serta dapat berdampak dengan merusak paru-paru dan otak manusia
– Penimbunan sampah B3 dapat mencemari tanah dan air. racun logam berat dapat menyebabkan kanker dan gangguan kesehatan manusia.
– membuang sampah non-organik (plastic, kaleng, botol, dll) kedalam tanah merusak dan menurukan kesuburan lahan.
– Sampah yang diberikan terisis air di musim penghujan dapat menjadi tempat perindukan nyamuk “Demam Berdarah” (Aedes Aegypti).
UPAYA MENGATASI SAMPAH
LAKUKAN 3 R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)
1. Mengurangi timbunan sampah (Reduce)
Caranya antara lain:
– membwa tas belanja dari rumah
– Memilih barang yang awet dan bisa dipakai berulang-ulang, hindari yang sekali pakai.
– Menggunakan bungkus dari daun.
– Membatasi pemakaian plastic dan gabus
2. Memanfaatkan sampah (Reuse)
Caranya antara lain:
– Gunakan barang /peralatan berulang-ulang
– Manfaatkan barang bekas untuk fungsi lain seperti kaleng cat sebagai pot bunga, dll
3. Mendaur ulang sampah (Recycle)
Caranya antara lain:
– Mengelola sampah daun menjadu kompos
– Mengelola kotoran ternak menjadi biogas
– Mengolah sampah anorganik menjadi barang kerajinan.
LAKUKAN PEMILIHAN SAMPAH
1. Pilihkan sampah organic 9dedaunana, sisa pakan dan makanan, dll) dan sampah non organic (plastic, kaleng, botol, kaca, gelas, karet, dsb)!
2. Pilihkan sampah yang laku dijual dan tidak laku dijual!
3. Pilihkan sampah berbahaya-beracun (B3)!
AMANKAN SAMPAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN)
1. jangan mencampur sampah B3 (baterai, lampu neon, lakeng pestisida, dll) dengan jenis sampah yang lain.
2. Sediakan wadah khusus (kantong plastic)
3. Kumpulkan dan simpan di tempat terlindung.
4. Jangan mengubur sampah B3 ke dalam tanah secara langsung, tetapi dikelola menurut peraturan yang berlaku.

CONTOH MENGELOLA SAMPAH ORGANIK
Contoh sampah organik: dedauanan, rerumputan, kulit buah, sisa makanan, kotoran ternak, ampas the, ampas kopi, ampas kepala, tulang ikan, dll
Campur atau aduklah sampah organic dengan activator/kompos segera setelah memasukkan sampah ke dalam kompister. Jika ukuran sampah organic terlalu besar, kecilkan dulu dengan cara merajang atau memotong-motongnya (kurang dari 5 cm).
Sebaiknya punya 2 komposter. Jika yang satu penuh, gunakan yang ke-2. Saat komposter ke-2 penuh, sampah organic pada komposter ke-1 sudah kompos (1-2 bulan )
Apabila sampah organic di lingkungan kita banyak, maka dapat menggunakan bakn kompos besar yang terbuat dari pasangan bata/bataco atau dari bamboo (1,5M x 2M) = 2 buah. Usahakan dasarnya berhubungan langsung dengan tanah, aliran udara dapat keluar masuk ke dalam sampah, terlindung dari panas & hujan
Lapisan bak Kompos (dari bawah):
I : sekam padi = 10cm
II : kotoran ternak (sapi/ayam/kambing) = 30 cm
III : Sampah organic (basah & kering, 1 :1) = 30-50 cm
IV : kotoran ternak lagi,
V : Sampah organic lagi, dst

CARA MEMBUAT KOMPOS DI DALAM TANAH
Caranya:
– gali tanah sedalam 1 meter, dengan panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter.
– Dinding galian dapat dipasang lembaran plastic, sementara bagian dasar tetap tanah
– lapiosan terbawah : sekam padi atau ranting kecil.
– Lapisan ke-2 : kotoran ternak sekitar 30 cm
– lapisan ke-3 ; campuran daun kering dan hijau ( 1:1 ) setebal 50 cm dan siramkan air agar basah.
– lapisan ke-4 : kotoran ternak lagi, dst
– lapisan penutup : tanah gembur atau jerami.
– Pengadukan dilakukan 4 minggu sekali. Setelah 2 bulan sedah menjadi kompos.
Ciri kompos yang jadi ; warna cokelat tua, baunya seperti tanah, tidak panas.
CARA MENGELOLA SAMPAH NON ORGANIK
Setiap rumah tangga memilihkan dan memasukkan samspah non organic ke tempat sampah sesuai jenisnya:
1. Sampah plastik
2. Sampah kertas
3. Sampah logam kaca
Apabila tempat pemilihan sampah di rumah sudah penuh, maka keluarga tersebut wajib membawa ke tempat pengumpulan sampah kampong.
Sampah yang telah dipisahkan di rumah, dimasukkan ke dalam tempat pengumpulan sampah sesuai jenisnya ( plastic, kertas, logam/kaca)
tempat sampah yang sudah penuh, diambil petugas dan dikumpulkan ke Gedung Sampah Kampung (TPA Kampung ). Setelah gudang sampah penuh. samspah dijual ke Pengepul Sampah. hasil penjualan sampah digunakan untuk membayar Petugas Pengumpul dan sisanya masuk kas kampung.

Byadminnuy

Lomba Menu untuk Penderita Anemia

IMG_1407

Para Juri sedang berkeliling ke stand untuk melakukan penilaian

IMG_1433

Salah satu menu sehat dari Juara I

IMG_1444

sop daging sapi dari salah satu peserta

IMG_1362

Menu Lomba Peserta no 2

IMG_1365

Menu Lomba Salah Satu Peserta

IMG_1347

Menu Peserta no.10

IMG_1345

Menu Peserta no 12

IMG_1354

Menu Peserta no 6

IMG_1376

Menu Peserta no 1

IMG_1490

Menu Peserta Lomba 13

Byadminnuy

DIRGAHAYU KABUPATEN SLEMAN 1 ABAD

DIRGAHAYU KABUPATEN SLEMAN 1 ABAD

DIRGAHAYU KABUPATEN SLEMAN 1 ABAD

Byadminnuy

Kegiatan Penyuluhan untuk Masyarakat

Pelatihan SDIDTK di Aula Puskesmas Tempel II

Pelatihan SDIDTK di Aula Puskesmas Tempel II

Pertemuan penyuluhan Klorinasi di Aula Puskesmas Tempel II

Pertemuan penyuluhan Klorinasi di Aula Puskesmas Tempel II

Penyuluhan gigi di Posyandu dusun Glagah Ombo

Penyuluhan gigi di Posyandu dusun Glagah Ombo

Byadminnuy

Klinik Sanitasi

A. Latar Belakang

Menurut ahli kesehatan H.L. Blum, derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor: lingkungan, perilaku manuasia, pelayanan kesehatan dan keturunan. Sampai saat ini diketahui bahwa permasalahan penyakit terbanyak yang terdapat di wilayah kerja puskesmas didominasi oleh penyakit-penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan. Di samping itu upaya pengobatan penyakit dan upaya perbaikan lingkungan dikerjakan secara terpisah dan belum terintegrasi dengan upaya terkait lainnya. Petugas paramedis/medis mengupayakan pengobatan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan perumahan/pemukiman pasien, disisi lain petugas kesling mengupayakan kesehatan lingkungan tanpa memperhatikan permasalahan penyakit/kesehatan masyarakat.

B. Pengertian

Klinik Sanitasi: Merupakan suatu wahan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat melalui upaya terintegrasi antara kesehatan lingkungan pemberantasan penyakit dengan bimbingan, penyulihan dan bantuan teknis dari petugas puskesmas. Klinik Sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian integral dari kegiatan puskesmas bekerjasama dengan program yang lain dari sektor wilayah kerja puskesmas