PENDAHULUAN
SAMPAH DI PEDESAAN
Sampah di Pedesaan masih didominasi oleh sampah organic berupa dedaunan dari pekrangan, pertanian dan sisa-sisa pakan ternak. Sedangkan sisa makanan/sayuran dari dapur biasanya digunakan untuk pakan hewan piaraan. Sampah plastik, kaleng, botol, gelas, karet, kertas dan sampah B3 (bahan berbahaya dan berarun) seperti batu baterai, botol pestisida, kosmetik mulai banyak dihasilkan di pedesaan juga.
PERMASALAH
Pelayanan pengangkutan sampah oleh pemerintah belum menjangkau sampai wilayah pedesaan. Masyarakat pedesaan mengatasi sambpahnya dengan cara membakar, menimbun, membuang ke sungai atau lahan kosong. Sebenarnya tidak semua sampah saat ini cocok ditangani dengan cara tersebut.
– Pembakaran sampah akan menyebabkan polusi/mencemari udara, serta dapat berdampak dengan merusak paru-paru dan otak manusia
– Penimbunan sampah B3 dapat mencemari tanah dan air. racun logam berat dapat menyebabkan kanker dan gangguan kesehatan manusia.
– membuang sampah non-organik (plastic, kaleng, botol, dll) kedalam tanah merusak dan menurukan kesuburan lahan.
– Sampah yang diberikan terisis air di musim penghujan dapat menjadi tempat perindukan nyamuk “Demam Berdarah” (Aedes Aegypti).
UPAYA MENGATASI SAMPAH
LAKUKAN 3 R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)
1. Mengurangi timbunan sampah (Reduce)
Caranya antara lain:
– membwa tas belanja dari rumah
– Memilih barang yang awet dan bisa dipakai berulang-ulang, hindari yang sekali pakai.
– Menggunakan bungkus dari daun.
– Membatasi pemakaian plastic dan gabus
2. Memanfaatkan sampah (Reuse)
Caranya antara lain:
– Gunakan barang /peralatan berulang-ulang
– Manfaatkan barang bekas untuk fungsi lain seperti kaleng cat sebagai pot bunga, dll
3. Mendaur ulang sampah (Recycle)
Caranya antara lain:
– Mengelola sampah daun menjadu kompos
– Mengelola kotoran ternak menjadi biogas
– Mengolah sampah anorganik menjadi barang kerajinan.
LAKUKAN PEMILIHAN SAMPAH
1. Pilihkan sampah organic 9dedaunana, sisa pakan dan makanan, dll) dan sampah non organic (plastic, kaleng, botol, kaca, gelas, karet, dsb)!
2. Pilihkan sampah yang laku dijual dan tidak laku dijual!
3. Pilihkan sampah berbahaya-beracun (B3)!
AMANKAN SAMPAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN)
1. jangan mencampur sampah B3 (baterai, lampu neon, lakeng pestisida, dll) dengan jenis sampah yang lain.
2. Sediakan wadah khusus (kantong plastic)
3. Kumpulkan dan simpan di tempat terlindung.
4. Jangan mengubur sampah B3 ke dalam tanah secara langsung, tetapi dikelola menurut peraturan yang berlaku.

CONTOH MENGELOLA SAMPAH ORGANIK
Contoh sampah organik: dedauanan, rerumputan, kulit buah, sisa makanan, kotoran ternak, ampas the, ampas kopi, ampas kepala, tulang ikan, dll
Campur atau aduklah sampah organic dengan activator/kompos segera setelah memasukkan sampah ke dalam kompister. Jika ukuran sampah organic terlalu besar, kecilkan dulu dengan cara merajang atau memotong-motongnya (kurang dari 5 cm).
Sebaiknya punya 2 komposter. Jika yang satu penuh, gunakan yang ke-2. Saat komposter ke-2 penuh, sampah organic pada komposter ke-1 sudah kompos (1-2 bulan )
Apabila sampah organic di lingkungan kita banyak, maka dapat menggunakan bakn kompos besar yang terbuat dari pasangan bata/bataco atau dari bamboo (1,5M x 2M) = 2 buah. Usahakan dasarnya berhubungan langsung dengan tanah, aliran udara dapat keluar masuk ke dalam sampah, terlindung dari panas & hujan
Lapisan bak Kompos (dari bawah):
I : sekam padi = 10cm
II : kotoran ternak (sapi/ayam/kambing) = 30 cm
III : Sampah organic (basah & kering, 1 :1) = 30-50 cm
IV : kotoran ternak lagi,
V : Sampah organic lagi, dst

CARA MEMBUAT KOMPOS DI DALAM TANAH
Caranya:
– gali tanah sedalam 1 meter, dengan panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter.
– Dinding galian dapat dipasang lembaran plastic, sementara bagian dasar tetap tanah
– lapiosan terbawah : sekam padi atau ranting kecil.
– Lapisan ke-2 : kotoran ternak sekitar 30 cm
– lapisan ke-3 ; campuran daun kering dan hijau ( 1:1 ) setebal 50 cm dan siramkan air agar basah.
– lapisan ke-4 : kotoran ternak lagi, dst
– lapisan penutup : tanah gembur atau jerami.
– Pengadukan dilakukan 4 minggu sekali. Setelah 2 bulan sedah menjadi kompos.
Ciri kompos yang jadi ; warna cokelat tua, baunya seperti tanah, tidak panas.
CARA MENGELOLA SAMPAH NON ORGANIK
Setiap rumah tangga memilihkan dan memasukkan samspah non organic ke tempat sampah sesuai jenisnya:
1. Sampah plastik
2. Sampah kertas
3. Sampah logam kaca
Apabila tempat pemilihan sampah di rumah sudah penuh, maka keluarga tersebut wajib membawa ke tempat pengumpulan sampah kampong.
Sampah yang telah dipisahkan di rumah, dimasukkan ke dalam tempat pengumpulan sampah sesuai jenisnya ( plastic, kertas, logam/kaca)
tempat sampah yang sudah penuh, diambil petugas dan dikumpulkan ke Gedung Sampah Kampung (TPA Kampung ). Setelah gudang sampah penuh. samspah dijual ke Pengepul Sampah. hasil penjualan sampah digunakan untuk membayar Petugas Pengumpul dan sisanya masuk kas kampung.